Loading...

Hasil Demplot Aplikasi Riogen Puaskan Petani

09:15 WIB | Tuesday, 12-April-2016 | Nusantara | Penulis : Ika Rahayu

Dalam upaya mencari produk yang pas untuk substitusi sebagian pupuk kimia, kini banyak petani yang terlibat langsung dalam kegiatan demo plot (demplot) yang mengaplikasikan pupuk non kimia. Di daerah Pangandaran Jawa Barat, petani padi menyatakan puas dengan hasil demplot yang menggunakan pupuk hayati “Riogen”.

 

Ketua Kelompok Tani Margamukti II, Bai Subai Sanhudi, kepada Sinar Tani menyatakan kegembiraaannya karena demplot tanaman padi seluas satu hektar yang dilaksanakan anggota kelompok taninya memperoleh hasil panen yang memuaskan.

 

“Hasil ubinan di lahan saya pribadi dengan perlakuan gabungan pupuk organik, NPK dan Riogen hasilnya tanpa diduga bisa mencapai 7,6 kg atau setara 12,1 ton gabah kering panen (GKP) per hektar,” katanya menjawab Sinar Tani pada acara panen padi yang diaplikasikan Riogen, di Desa Margacinta, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat belum lama berselang. Kegiatan panen dilakukan langsung Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata.

 

Di areal lainnya yang mengaplikasikan pupuk organik + Riogen, menurut Subai, hasilnya lebih rendah yakni 10,5 ton GKP per hektar, sedangkan yang diaplikasikan pupuk NPK + Riogen mendapatkan 10,4 ton GKP per hektar. “Untuk perbandingan kami tetap membuat demplot dengan perlakuan menggunakan pupuk urea dan NPK seperti biasanya, hasil ubinan hanya mendapatkan 3,5 kg atau setara sekitar 5 ton GKP per hektar,” jelasnya.

 

Pria 69 tahun ini menyatakan bahagia bisa mendapatkan kesempatan melaksanakan demplot dengan fokus pengaplikasian pupuk non kimia mengingat pada dasarnya ia dan anggota kelompok taninya berkeinginan suatu saat tidak lagi seratus persen menggunakan pupuk kimia (terutama urea) untuk mencegah semakin rusaknya lahan sawah.

 

Agar Diuji Benar

 

Penggunaan pupuk hayati Riogen sebagai pengganti urea sudah terbukti bisa mendorong peningkatan produksi padi di sebagian lahan berpengairan teknis milik anggota Kelompok Tani Margamukti, Desa Margacinta. “Kami berharap bisa dilakukan demplot lanjutan di musim tanam berikutnya di areal petani lainnya agar lebih meyakinkan kami bahwa mutu Riogen memang tak perlu diragukan lagi,” tuturnya.

 

Senada dengan Subai, Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, juga menekankan pentingnya uji coba lapangan dilakukan karena memang yang diharapkan pihaknya bukan semata-mata pencapaian produktivitas tinggi tetapi juga bagaimana agar kegiatan budidaya padi bisa dilakukan secara berkelanjutan dan penghasilan petani bisa meningkat.

 

“Kalau memang hasil demplotnya tinggi, harus diuji terus secara benar agar bisa dipastikan apakah penggunaan sarana produksi pupuk tertentu memang berpengaruh positif terhadap pelaksanaan kegiatan pertanian secara berkelanjutan,” katanya.

 

Pupuk hayati cair dengan merk dagang Riogen yang telah diujicoba di kalangan petani padi Kabupaten Pangandaran, menurut Marketing Manager CV Multi Guna, Andri Priyanto, sudah terdaftar di Kementerian Pertanian RI dengan nomor pendaftaran 03.02.2015.019.

 

Riogen berdasarkan hasil uji laboratorium mengandung mikroba yang berguna sebagai penambat nitrogen, pelarut phospat dan kalium, perombak bahan organik serta juga mengandung zat pengatur tumbuh. Manfaat dari pupuk hayati ini antara lain untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah serta memaksimalkan penyerapan unsur hara tanaman juga memacu pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman.

 

Sejak diperolehnya nomor pendaftaran dari Kementan pada 2015 lalu, pihaknya terus melakukan sosialisasi ke berbagai daerah. “Salah satu langkahnya adalah menjalin kerjasama dengan pengurus kelompok tani membuat demplot untuk menunjukkan bukti bahwa aplikasi Riogen faktanya bisa mendongkrak produksi padi secara signifikan seperti yang bisa ditunjukkan di Kabupaten Pangandaran,” ujar Andri menjawab Sinar Tani. Ira

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162