Loading...

ISPO, Obat Penangkal Kampanye Hitam

17:25 WIB | Wednesday, 14-March-2018 | Kebun, Komoditi | Penulis : Clara Agustin

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita usai pembukaan MUNAS GAPKI

 

 

ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) menjadi pinjakan dan komitmen Indonesia dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Bahkan prinsip dan kriteria yang ada di ISPO sudah sesuai dengan standar internasional.

 

“ISPO itu sudah setara dengan RSPO (Roundtable and Sustainable Palm Oil). Jadi kalau ada negara yang mem-baned sawit kita karena tidak ramah lingkungan akan kami bicarakan dengan dubesnya. Sawit kita standarnya sudah internasional,” kata Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita saat acara Munas Ke-10 GAPKI 'Kemitraan Dengan Petani Sawit Demi Kesejahteraan Bangsa' di Jakarta, Rabu (14/3).

 

Enggariasto menegaskan, bahwa Indonesia telah berkomitmen untuk menciptakan perkebunan sawit berkelanjutan. Karena itu, Indonesia ikut serta dalam keanggotaan RSPO, bahkan memperkuat dengan membuat ISPO dan moraturium untuk pembukaan lahan baru perkebunan sawit.

 

“Saya kira dengan kita berkomitmen untuk mencapai perkebunan sawit berkelanjutan. Apalagi ISPO menurut saya sudah sesuai dengan standar-standar internasional,” katanya.

 

Enggartiasto mengakui, sebagai penyumbang devisa negara tertinggi, tentu kampanye hitam terhadap sawit semakin kuat. Saat ini nilai ekspor produk sawit mencapai 18,5 miliar dolar AS. Bukan hanya itu, pertumbuhan penyerapan tenaga kerja dari industri sawit tiap tahun meningkat 8-10%. “Sawit kita ini luar biasa. Nilai ekspornya lebih tinggi dibandingkan dari sektor migas. Selain itu, dengan biofuel dapat menghemat solar hingga 1 milyar dolar AS,” katanya.

 

Misalnya, kampanye hitam bahwa perkebunan sawit menjadi penyebab kebakaran hutan dapat terbantahkan. Memang saat terjadi kebakaran hutan, perkebunan sawit disinyalir penyumbang terbesar kebakaran, tapi ternyata tidak sepenuhnya benar. Apalagi perkebunan sawit di Indonesia dikelola perusahaan yang menjalankan bisnisnya sesuai ISPO.

 

"Mereka sudah menjalankan apa yang diminta di dalam peraturan. Mereka punya perangkat pemadam kebakaran dan dilarang untuk membuka lahan dengan cara dibakar. Saya rasa mereka ini semua sudah taat peraturan," jelas Enggartiasto.

 

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, salah satu menangkal kampanye hitam, perkebunan kelapa sawit di Indonesi sudah menerapkan perkebunan yang berkelanjutan.

 

“Ssekarang pelaku usaha sawit sudah menjalin kemitraan dengan petani. Ditambah ada beberapa petani yang membentuk kelembagaan ekonomi. Makanya kemitraan itu penting dan relevan dalam menciptakan perkebunan sawit yang berkelanjutan,” ungkap Darmin. Cla

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162