Loading...

Jalur Khusus Pendidikan Pertanian untuk Generasi Muda di Perbatasan

19:44 WIB | Friday, 27-October-2017 | Nasional | Penulis : Clara Agustin

Wilayah perbatasan dan generasi muda mempunyai potensi yang sangat besar. Jika keduanya disandingkan, maka peluang Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pun makin besar.

 

Untuk  bisa membangun pertanian di wilayah perbatasan, maka kalangan generasi muda pun harus memiliki ilmu yang mumpuni. Karena itu, pemerintah akan memberikan jalur khusus kepada generasi muda di daerah perbatasan untuk menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP).

 

“Di daerah perbatasan potensi pertaniannya tinggi hampir 80%,” kata Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Gunawan Yulianto saat Focus Group ‘Menggerakan Generasi Muda Mengelola Potensi Sumberdaya Pertanian di Wilayah Perbatasan Darat’ di Jakarta, Jum’at (27/10).

 

Agar 80 persen potensi pertanian yang ada di perbatasan tergarap, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian akan memberikan pendidikan bagi generasi muda di daerah perbatasan. Mereka nantinya dapat menempuh jenjang pendidikan di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) yang ada di seluruh Indonesia.

 

“Selama ini kan mahasiswanya (STPP) didominasi dari daerah-daerah yang sudah maju. Nanti entah dari jalur umum (test) atau undangan, generai muda yang berprestasi dapat menempuh pendidikan di STPP. Diharapkan ke depan mereka dapat membangun daerah perbatasan,” kata Gunawan.

 

Kerjasama Pemda

 

Untuk meralisasikan hal ini, sudah ada beberapa Pemerintah Dearah (Pemda) yang mengajukan putra-putri daerahnya menempuh pendidikan di STPP. Menurut Gunawan salah satu contohnya adalah di Bengkayang, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Pemdanya sudah mengajukan 90 orang generasi muda bisa menempuh pendidikan di STPP.

 

“Peminatnya sangat luar biasa sekali. Bahkan di tahun ini saja ada 8 ribu yang mendaftar, sedangkan kami (STPP) hanya menerima 1.000 orang. Makanya kuotanya ditambah menjadi 1.240 orang,” papar Gunawan.

 

Sementara itu Kepala STPP Bogor, Nazaruddin mengatakan, untuk membangun perbatasan diperlukan SDM yang mumpuni. Karena itu, STPP siap membangun perbatasan dari segi pendidikan. “Jadi nanti generasi muda, misalnya anak petani yang berprestasi akan mendapatkan pendidikan pertanian. Ke depan mereka dapat mendistribusikan ilmu yang didapat untuk membangun daerah perbatasan,” katanya.

 

Nazaruddin berharap, ke depan pendidikan, terutama mengenai pertanian merata hingga seluruh pelosok nusantara. Jadi nanti kapasitas SDM-nya merata dan ilmunya sederajat dengan daerah yang sudah maju.

 

Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat, BNPP (Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan), Kementerian Dalam Negeri, Anny J. Mengatakan, untuk membangun daerah perbatasan bukan hanya satu instansi, tapi antar instansi harus saling bersinergi.

 

“Ini tercantum di dalam Peraturan Presiden No.44/2017 mengenai Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan di mana antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah harus saling berkoordinasi untuk membangun daerah perbatasan,” jelasnya.

 

Untuk mengaet generasi muda, perlu ada koordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. “Yang akan digaet Kementerian Pertanian adalah generasi mudanya kan? Nah, Kemenpora harus terkait karena ranahnya mereka adalah mengenai generasi muda,” kata Anny. Cla

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162