Loading...

Kebun Sawit Diremajakan, Petani pun Sejahtera

07:43 WIB | Friday, 23-February-2018 | Kebun, Komoditi | Penulis : Indarto

 

 

Replanting (peremajaan) kebun  sawit yang sudah tua akan menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas sawit rakyat. Bukan hanya itu kesejahterakan petani pun bisa terangkat.

 

Ada beberapa alasan mengapa pemerintah mendorong peremajaan kebun sawit, khususnya milik rakyat. Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang, banyak tanamannya sawit rakyat sudah tua. Sedangkan sebagian benih yang petani  tanam asal-asalan (tak bersertifikat,red). Akibat dua faktor tersebut, produktivitas sawit rakyat kini hanya 3,5 ton/ha.

 

Bambang berharap, jika kebun sawit rakyat yang sudah tua  dan yang ditanam dengan benih asal-asalan itu diremajakan, maka produktivitasnya bisa meningkat 8-10 ton/ha. “Kalau meningkat 10 ton/ha,  kesejahteraan rakyat akan meningkat 3 kali lipat dari kondisi sekarang,” ujarnya saat membuka seminar "Kiat Sukses Replanting dan Meningkatkan Produktivitas Sawit Secara Berkelanjutan", di Jakarta (21/2).

 

Kalkulasi Bambang, dari 5 juta ha kebun sawit rakyat sebanyak 2,4 juta ha perlu segera diremajakan. Pemerintah menargetkan tahun 2018 sebanyak 185 ribu ha kebun sawit rakyat yang bisa diremajakan dengan anggaran Rp 5 triliun.

 

Namun diakui, dalam program peremajaan kebun sawit ini  harus melibatkan semua unsur terkait, termasuk Pemerintah Daerah (Pemda), calon petani dan calon lahan (CPCL) sawit, dan Badan Pengelola  Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS). “Replanting sawit menjadi PR kita semua,” ujarnya.

 

Bambang mengatakan, proses peremajaan kebun sawit akan dilakukan secara bertahap dan menyasar di 20 provinsi. Tahap awal dimulai dari Riau pada Februari 2018.  Karena bertahap, Ditjen Perkebunan Kementan bersama dinas terkait terus melakukan pendataan petani sawit.

 

“Pendataan ini sekaligus untuk persiapan petani sawit yang akan direplanting pada tahun mendatang. Kami targetkan untuk tahun 2019 bisa seluas 500 ribu ha,” katanya.

 

Selain mendata petani sawit, Ditjen Perkebunan Kementan juga menyiapkan benih sawit berkualitas dengan menggandengn 17 industri benih nasional.  “Industri benih pun menyambut baik program replanting sawit. Sebab, mereka sudah mendapat jaminan dan kepastian akan usaha benih sawit untuk replanting,” tuturnya.

 

Menurut Bambang, industri benih nasional yang digandeng pemerintah saat ini sudah siap melakukan pendederan. Pada 31 Maret nanti mereka sudah menyiapkan benih sawit di dalam polibag. “Bagi industri benih yang tak komitmen, ke depan tak akan dilibatkan dalam kegiatan nasional,” tegasnya. Idt

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162