Loading...

LSPro Bebiter Aplikasikan SNI Bibit Sapi Unggul

13:40 WIB | Monday, 26-October-2015 | Ternak, Komoditi | Penulis : Kontributor

Melalui perjuangan yang panjang dan berliku, akhirnya Lembaga Sertifikasi Produk Benih dan Bibit Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (selanjutnya disebut LSPro Bebiter) mendapat akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada tanggal 29 Juli 2015 dengan identitas LSPr-045-IDN.

 

LSPro Bebiter dibentuk pada tahun 2011 berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 75 Tahun 2011 tentang Lembaga Sertifikasi Produk Bidang Pertanian. Tugas LSPro Bebiter untuk melaksanakan sertifikasi dan menerbitkan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI) produk benih dan bibit ternak. Ruang lingkup SPPT SNI LSPro Bebiter sebanyak 28 SNI. LSPro Bebiter dibentuk dalam rangka menjamin mutu benih dan bibit ternak yang beredar sesuai amanah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 Pasal 13 ayat 6 dan 7 yaitu setiap benih dan bibit yang beredar wajib memiliki sertifikat, dan sertifikat dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi benih dan bibit yang terakreditasi atau yang ditunjuk oleh Menteri Pertanian.

 

Alur Sertifikasi

 

Benih dan bibit ternak merupakan salah satu sarana produksi strategis yang berperan dalam meningkatkan produksi dan produktivitas ternak. Dengan demikian benih atau bibit yang diproduksi dan diedarkan perlu diusahakan agar tetap terjamin mutunya.

 

Pelaku usaha pembenihan dan pembibitan (pemohon) baik pemerintah, swasta maupun kelompok peternak dalam mengajukan sertifikasi benih dan bibit ternak harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh LSPro Bebiter. Persyaratan dasar  yang harus dipenuhi saat mengajukan permohonan sertifikasi meliputi menerapkan pedoman pembibitan ternak yang baik dalam usaha produksinya, menerapkan sistem manajemen dalam produksi benih dan bibit, menghasilkan produk (benih dan bibit ternak) sesuai SNI, dan persyaratan administrasi. Apabila persyaratan tersebut telah lengkap dan benar, maka akan dilanjutkan dengan pengiriman form audit kecukupan dokumen kepada pemohon untuk diisi.

 

Setelah dikirimkan kembali oleh pemohon maka form tersebut akan dinilai kecukupannya oleh Auditor. Apabila dinyatakan cukup maka pemohon akan dikirimkan Surat Perjanjian Kegiatan Sertifikasi yang berisi rincian hak dan kewajiban antara LSPro Bebiter dengan pemohon dalam tahapan sertifikasi. Setelah kedua belah pihak menandatangani surat perjanjian maka masuk ke tahap audit kesesuaian. Audit kesesuaian dilaksanakan untuk menilai kesesuaian antara dokumen dengan penerapan di lapangan. Hasil audit kesesuaian akan dibahas dalam rapat Komisi Teknis. Apabila dalam rapat Komisi Teknis, pemohon dinyatakan berhak mendapatkan sertifikat, maka LSPro Bebiter akan membuat kontrak lisensi dan menerbitkan sertifikat.

 

LSPro Bebiter memberikan pelayanan jasa sertifikasi benih dan bibit ternak secara mandiri, tidak diskriminatif, tidak memihak, menjaga kerahasiaan, dan menjamin obyektivitas hasil sertifikasi, dengan dukungan personel yang berkompeten dan profesional. Sampai saat ini LSPro Bebiter telah mengeluarkan sertifikat sebanyak 82 ekor bull (setara 1.640.000 semen beku) milik BIB Lembang, 181 ekor bull (setara 3.620.000 semen beku) milik BBIB Singosari, 13 ekor bull (setara 260.000 semen beku) milik BIBD Kalimantan Selatan, 655 embrio sapi milik BET Cipelang, 117 ekor bibit sapi Bali milik BPTU HPT Denpasar, 22 ekor bibit sapi Brahman milik BPTU HPT Sembawa, 97 ekor bibit sapi perah milik BBPTU Baturraden, dan 13 ekor bibit kambing peranakan Ettawa milik BPTU HPT Pelaihari.

 

Sertifikasi benih dan bibit merupakan upaya melindungi masyarakat terhadap penggunaan benih dan bibit ternak yang mutunya dapat dipertanggungjawabkan, baik yang diproduksi di dalam negeri maupun luar negeri, dan perlindungan menuju pasar global. LSPro Bebiter baru satu-satunya LSPro benih dan bibit ternak di Indonesia. Semoga akreditasi ini menginspirasi terbentuknya LSPro benih dan bibit ternak lain untuk membangun sektor peternakan, terutama menjamin tersedianya benih dan bibit bermutu, serta terwujudnya produk berdaya saing.

 

Gunawan Sitanggang - Manajer Mutu LSPro Benih dan Bibit Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan

 

 

 

Ruang lingkup SPPT SNI LSPro Bebiter

 

 

No

 

 

Nama Produk

 

 

Nomor SNI

 

 

Judul SNI

 

 

 

Semen beku sapi

 

 

SNI 4869.1-2008

 

 

Semen beku - Bagian 1: Sapi

 

 

 

Semen beku kerbau

 

 

SNI 4869.2-2008

 

 

Semen beku - Bagian 2: Kerbau

 

 

 

Embrio sapi

 

 

SNI 7880.1-2013

 

 

Embrio ternak - Bagian 1: Sapi

 

 

 

Bibit sapi Bali

 

 

SNI 7355:2008

 

 

Bibit sapi Bali

 

 

 

Bibit sapi peranakan Ongole

 

 

SNI 7356:2008

 

 

Bibit sapi peranakan Ongole (PO)

 

 

 

Bibit sapi Brahman

 

 

SNI 7651.1:2011

 

 

Bibit sapi potong - Bagian 1: Brahman Indonesia

 

 

 

Bibit sapi Madura

 

 

SNI 7651.2:2013

 

 

Bibit sapi potong - Bagian 2: Madura

 

 

 

Bibit sapi Aceh

 

 

SNI 7651.3:2013

 

 

Bibit sapi potong - Bagian 3: Aceh

 

 

 

Bibit sapi perah

 

 

SNI 2735:2008

 

 

Bibit sapi perah Indonesia

 

 

 

Bibit kerbau lumpur

 

 

SNI 7706.1:2011

 

 

Bibit kerbau - Bagian 1: Lumpur

 

 

 

Bibit kambing peranakan Ettawa

 

 

SNI 7352:2008

 

 

Bibit kambing peranakan Ettawa (PE)

 

 

 

Bibit domba Garut

 

 

SNI 7532:2009

 

 

Bibit domba Garut

 

 

 

Bibit babi Landrace

 

 

SNI 7855.1-2013

 

 

Bibit babi – Bagian 1: Landrace

 

 

 

Bibit babi Yorkshire

 

 

SNI 7855.2-2013

 

 

Bibit babi – Bagian 2: Yorkshire

 

 

 

Bibit babi Duroc

 

 

SNI 7855.3-2013

 

 

Bibit babi – Bagian 3: Duroc

 

 

 

Bibit babi Hampshire

 

 

SNI 7855.4-2013

 

 

Bibit babi – Bagian 4: Hampshire

 

 

 

Bibit niaga ayam ras tipe pedaging umur sehari

 

 

SNI 01-4868.1-2005

 

 

Bibit niaga (final stock) ayam ras tipe pedaging umur sehari (kuri/doc)

 

 

 

Bibit niaga ayam ras tipe petelur umur sehari

 

 

SNI 01-4868.2-2005

 

 

Bibit niaga (final stock) ayam ras tipe petelur umur sehari (kuri/doc)

 

 

 

Bibit induk ayam ras tipe petelur umur sehari

 

 

SNI 7353:2008

 

 

Bibit induk (parent stock) ayam ras tipe petelur umur sehari (DOC)

 

 

 

Bibit induk ayam ras tipe pedaging umur sehari

 

 

SNI 7354:2008

 

 

Bibit induk (parent stock) ayam ras tipe pedaging umur sehari (DOC)

 

 

 

Bibit niaga itik Mojosari meri umur sehari

 

 

SNI 7357:2008

 

 

Bibit niaga (final stock) itik Mojosari meri umur sehari

 

 

 

Bibit niaga itik Alabio meri umur sehari

 

 

SNI 7358:2008

 

 

Bibit niaga (final stock) itik Alabio meri umur sehari

 

 

 

Bibit niaga itik Mojosari dara

 

 

SNI 7359:2008

 

 

Bibit niaga (final stock) itik Mojosari dara

 

 

 

Bibit niaga itik Alabio dara

 

 

SNI 7360:2008

 

 

Bibit niaga (final stock) itik Alabio dara

 

 

 

Bibit induk itik Alabio muda

 

 

SNI 7556:2009

 

 

Bibit induk (parent stock) itik Alabio muda

 

 

 

Bibit induk itik Alabio meri

 

 

SNI 7557:2009

 

 

Bibit induk (parent stock) itik Alabio meri

 

 

 

Bibit induk itik Mojosari meri

 

 

SNI 7558:2009

 

 

Bibit induk (parent stock) itik Mojosari meri

 

 

 

Bibit induk itik Mojosari muda

 

 

SNI 7559:2009

 

 

Bibit induk (parent stock) itik Mojosari muda

 

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Julianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162