Loading...

Menko Perekonomian Minta Perusahaan Sawit Tingkatkan Kemitraan

14:49 WIB | Wednesday, 14-March-2018 | Kebun, Komoditi | Penulis : Clara Agustin

Menko Perekonomian, Darmina Nasution (tengah) bersama Ketua umum GAPKI, Joko Supriyono (kanan) saat MUNAS GAPKI di Jakarta

 

 

Salah satu usaha perkebunan yang peran perusahaan pelat hitamnya sangat besar adalah kelapa sawit. Karena itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution meminta, perusahaan swasta untuk mengembangkan pola kemitraan dengan petani.

 

“Hanya di kelapa sawit peranan swasta sangat besar,” kata Darmin saat membuka Musyawarah Nasional ke-10 GAPKI 'Kemitraan dengan Petani Sawit Demi Kesejahteraan Bangsa' di Jakarta, Rabu (14/3)

 

Darmin mengakui, peran swasta yang sangat besar itu membuat industri kelapa sawit di Indonesia sangat maju. Dengan total luas lahan mencapai 11,9 juta ha, perkebunan sawit Indonesia merupakan yang terluas di dunia. Dari luas total tersebut, perkebunan sawit rakyat diperkirakan sebesar 4,6 juta ha.

 

Namun kondisi perkebunan rakyat itu tak sebaik milik swasta. Karena itu Darmin meminta perusahaan swasta untuk membantu memperbaiki perkebunan sawit rakyat dengan pola kemitraan. Pola kemitraan yang dimaksud adalah perusahaan-perusahaan sawit menjalin kerjasama dengan petani agar perkebunan rakyat dapat berkelanjutan.

 

“Sekarang kan masalah di perkebunan rakyat adalah replanting (peremajaan) karena tanamannya sudah banyak yang tua. Kalau perusahaan ini bermitra dengan petani, mereka dapat melakukan replanting dengan baik. Karena yang menjadi persoalan adalah bibitnya. Dengan bermitra, bibit yang didapat petani pun akan lebih baik,” tutur Darmin.

 

Sementara itu Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono mengatakan, hampir seluruh perusahaan sawit di Indonesia telah berkomitmen untuk kembali memperkuat kemitraan dengan petani. “Kita akan memperkuat kembali kemitraam dengan perkebunan rakyat, terutama perkebunan plasma,” katanya.

 

Menurut Joko, kegiatan kemitraan yang pertama kali dilakukan adalah dalam replanting. Kegiatan replanting dengan perkebunan sawit rakyat memang sudah dilakukan. “Saya perkirakan hampir 2,4 juta ha di-replanting. Sisanya memang belum, tapi kita akan bergerak cepat untuk program ini,”  tegasnya.

 

Untuk memperluas kemitraan, Joko berharap pemerintah juga ikut serta. Terutama dalam hal sertifikasi lahan. Sebab sebagian perkebunan sawit rakyat belum memiliki sertifikat.

 

“Kami mohon agar langkah kita menjalin kemitraan dengan petani semakin kuat, diharapkan persoalan lahan segera diselesaikan. Apalagi untuk perkebunan sawit yang berada di kawasan hutan. Agar tidak terjadi tumpang tindih kepemilikan lahan,” pinta Joko. Cla

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162