Loading...

Pelajaran Berharga dari Benih Cabai Ilegal

09:30 WIB | Monday, 19-December-2016 | Editorial, Editorial | Penulis : Ahmad Soim

Temuan benih cabai ilegal dari Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok akhir-akhir ini menjadi penguat betapa pentingnya memperketat pengawasan karantina pertanian, dalam hal ini adalah produk atau bahan tanaman atau hewan yang dibawa dalam tas atau bagasi.

 

Tim Pengawasan dan Penindakan (Tim P2) Badan Karantina Pertanian menemukan benih Ilegal itu bukan di bandara atau pelabuhan yang menjadi pintu masuknya, melainkan ditemukan di lahan kebun cabai di Bogor.

 

Atas kerja sama dengan Kantor Imigrasi Kelas 1 Bogor yang menangkap 4 (empat) Warga Negara Asing, (WNA) asal Tiongkok pada Tanggal 8 November 2016. Dari kasus itu, Badan Karantina Pertanian akhirnya menemukan adanya benih cabai ilegal yang berbahaya. WNA asal Tiongkok tersebut tengah melakukan aktifitas bercocok tanam cabai. Aktifitas ini melanggar UU No. 6/2011 tentang Keimigrasian, di antaranya terkait penyalahgunaan izin tinggal.

 

Atas kecurigaan terhadap aktifitas bercocok tanam cabai yang dilakukan olen keempat WNA Tiongkok tersebut, pada Tanggal 15 November 2016, Tim P2 Badan Karantina Pertanian berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Kelas 1 Bogor untuk menahan benih cabai dan ta­naman cabai di lahan yang berlokasi di perbukitan (+ 500 mdpl) Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Bogor.

 

Benih cabai ilegal asal Tiongkok ini sangat membahayakan produksi nasional petani cabai Indonesia dikarenakan positif terdapat Bakteri Erwinia Chrysanthemi. Bakteri ini merupakan OPTK golongan A1 Golongan 1 (belum ada di Indonesia) dan tidak dapat diberikan perlakuan apapun selain Eradikasi/Pemusnahan.

 

Bakteri Erwinia Chrysanthemi dapat menimbulkan kerusakan atau kegagalan produksi hingga mencapai 70%. Data BPS, Produksi Cabai Nasional tahun 2014 sebesar 1,075 juta ton dan estimasi harga cabai hari ini Rp. 60.000 maka potensi kerugian ekonomi produksi cabai dapat mencapai Rp 45,1 triliun. Selain itu bakteri ini juga dapat menyerang dan menular pada tanaman-tanaman lain yang ada di Indonesia termasuk bawang.

 

Badan Karantina Pertanian telah memusnahkan media pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) berupa benih cabai Ilegal tersebut. Pemusnahan 2 kg benih cabai, 5.000 batang tanaman cabai dan 1 kg benih bawang daun dan sawi hijau dilakukan dengan cara dibakar dengan incinerator di instalasi Karantina Hewan Kantor Balai Besar Karantina Per­tanian Soekarno Hatta.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162