Loading...

Petani-petani Sukses dari Halmahera Timur

10:55 WIB | Friday, 29-September-2017 | Kabar Penas KTNA XV 2017, Kontak Tani Sukses | Penulis : Kontributor

“Sebagai anggota kelompok SOLID, banyak ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan. Hasil usaha tani saya meningkat dan lahan saya bertambah luas,” kata Mujudin Amir petani di Desa Bicoli, Maba Selatan, Halmahera Timur.

 

Amir menuturkan bahwa dulu dia tidak pernah membuat perencanaan untuk usahanya, namun kini dia sudah terbiasa membuat rencana usaha untuk kelompok. Selain itu, dia juga sudah bisa menganalisis keuntungan atau kerugian dari hasil panen yang didapatkan untuk berbagai jenis tanaman yang dijadikan usaha kebunnya. Bahkan Amir pun sudah sangat memahami dan mempraktekkan penggunaan jenis dan takaran pupuk serta obat untuk pengendalian hama.

 

Keterampilan Amir itu diperoleh dari pembelajaran setelah dia bergabung dalam Kelompok Mandiri (KM) Sereklen di SOLID pada tahun 2015. Jauh sebelum itu, Amir sangat ingin menjadi seorang petani yang sukses, namun keinginan itu terkendala dengan masalah keterampilan dan dana. Sebelum bergabung dengan SOLID Amir hanya bisa mengelola lahan pertanian seluas 0,25 ha, namun dengan fasilitasi pelatihan, sarana dan prasarana, serta permodalan yang diperoleh dari SOLID Amir telah mampu mengelola lahan seluas 1 ha.

 

Menguliahkan Dua Anak

 

Ibu Sarina merupakan contoh lain petani yang memperoleh kemajuan setelah bergabung dalam kelompok mandiri SOLID Faifiye di Desa Lolasita, Halmahera Timur. Sarina menanam beragam tanaman seperti tomat, cabai, jahe, pisang, pinang, kelapa, pala dan tanaman lainnya di kebunnya seluas 7 hektar.

 

Sarina menjual hasil panennya sampai ke Halmahera Tengah dan Halmahera Utara, yaitu ke Desa Patani dan Desa Tobelo. Dari hasil panen kebunnya tersebut Sarina dapat menyekolahkan dua anaknya sampai ke jenjang Sarjana.

 

“Pembayaran uang sekolah untuk kedua anak saya bisa dipenuhi dari hasil penjualan kopra, sedangkan untuk keperluan sehari-hari kedua anak saya berasal dari hasil penjualan tomat, sirih, pinang, sagu dan lainnya,” ungkapnya.

 

Budidaya Rica Nona

 

Desa Foli, Halmahera Timur memiliki Samsul, seorang petani sukses yang berhasil karena berani mengambil keputusan mengganti komoditi pertanian yang ditanamnya dengan tanaman yang lebih menguntungkan.

 

Samsul melalui Kelompok Mandiri Fatungil dengan delapan orang anggotanya memilih budidaya rica nona dibanding kacang tanah atau jagung.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162