Loading...

Ratusan Burung Kerabat Jalak Ditahan di Pelabuhan Tanjung Perak

13:39 WIB | Tuesday, 30-January-2018 | Karantina | Penulis : Kontributor

Ratusan burung jalak dan kerabatnya ditahan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Di antaranya burung Beo, mamiang, atau tiong emas (Gracula) adalah sejenis burung anggota suku Sturnidae (jalak dan kerabatnya).

 

 

 

Penyebaran alaminya mulai dari Sri Lanka, India, Himalaya, ke timur hingga Filipina, jawa hingga kepulauan sunda kecil. Selain itu, Beo juga dikenal kemampuannya untuk menirukan bahasa manusia sehingga burung ini menjadi hewan peliharaan populer dan cukup diminati penghobi burung. Tak terkecuali penghobi burung di Surabaya.

 

Tingginya minat masyarakat tersebut membuat Surabaya menjadi salah satu tujuan pengiriman burung dari luar Jawa. Pada 19 Januari 2018, sejumlah 18 Beo, 110 Murai, dan 99 Cucak ijo masuk ke Surabaya melalui Dermaga Jamrud Utara - Pelabuhan Tanjung Perak dari Balikpapan. Ratusan burung tersebut dibawa dalam kardus /wadah kecil dalam mobil dan menumpang kapal KM Mutiara Persada 3.

 

Namun burung-burung tersebut gagal masuk Surabaya, Menurut drh  Maulana Hanif selaku dokter hewan yang memeriksa,  “Selain tidak dilengkapi dengan dokumen/sertifikat kesehatan karantina, juga tidak dilaporkan ke petugas karantina setempat”. Kondisi burung saat ditahan dalam keadaan stress sehingga beberapa ada yang mati, yaitu:  1 Beo , 10 Cucak Ijo, dan 1 Murai Batu.

 

Selain itu, "sambil menunggu pemilik melengkapi dokumen yang diperlukan, ratusan burung dimaksud ditahan dan diamankan di Unit Pelayanan II, Bidang Karantina Hewan - Perak", ujar Kasi Pelayanan dan Operasional drh Priyadi. Herny

 

 

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162