Loading...

Reformasi Subsidi Pupuk

10:01 WIB | Thursday, 05-January-2017 | Non Komoditi, Sarana & Prasarana | Penulis : Kontributor

Tingkatkan Efisiensi dan Efektifitas Penyaluran

 

Memasuki awal tahun 2017, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) mereformasi penyaluran dan program pupuk bersubsidi. Sarana produksi tersebut menjadi salah satu bagian dari paket bantuan peningkatan produksi yang pemerintah berikan kepada petani.

 

Pupuk tersebut terdiri dari anorganik maupun organik yang diproduksi pabrikan pupuk dan didistribusikan kepada petani yang masuk dalam daftar kelompok bantuan. Di Tanah Air, produsen yang memproduksi pupuk subsidi antara lain PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Pupuk Iskandar Muda dan Pupuk Sriwidjaja Palembang. 

 

Selama tahun 2016 pemerintah mengalokasikan pupuk bersubsidi sebanyak 9,55 juta ton. Rinciannya, pupuk urea 4,1 juta ton, pupuk SP-36 850 ribu ton, pupuk ZA 1,05 juta ton, pupuk NPK 2,55 juta ton, dan pupuk organik 1 juta ton.

 

PT Pupuk Indonesia misalnya sudah memproduksi pupuk NPK sebanyak 653.818 ton, SP36 sebanyak 227.664 ton, ZA sebanyak 195.014 ton, dan organik 99.657 ton. Sebanyak 80% dari produksi Pupuk Indonesia diperuntukkan bagi pupuk subsidi. 

 

Penyerapan pupuk bersubsidi di kelompok tani yang terdaftar sebagai penerima bantuan di dinas pertanian setempat cukup baik. Kabupaten Malang misalnya, hingga awal Desember 2016 penyerapan pupuk bersubsidi sudah mencapai 90% dan sudah bergerak menuju 100% di akhir tahun.

 

Manajer Humas PT Pupuk Kujang Ade Cahya Kurniawan menjamin stok pupuk untuk kebutuhan musim tanam akhir 2016 hingga 2017 dipastikan aman. “Kami meminta petani tetap tenang dan tidak khawatir tak mendapat pupuk karena memasuki masa tanam akhir tahun 2016 hingga 2017 ke depan stok pupuk aman dan tersedia,” katanya.

 

Ia mencontohkan, total posisi stok pupuk urea bersubsidi yang tersimpan di gudang lini II dan III pada akhir November 2016 lalu mencapai 125.456 ton atau sebesar 233,3%. Sementara realisasi penyaluran pupuk urea bersubsidi untuk wilayah Jawa Barat dan Banten hingga November 2016 mencapai 573.714 ton atau 103,82% dibandingkan ketentuan Peraturan Gubernur sebesar 552.618 ton. “Pupuk Kujang juga menyiapkan stok pupuk NPK sebanyak 4.468,9 ton dan pupuk organik seberat 7.919,93 ton,” ujarnya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162