Loading...

Sehatnya Es Terong Ungu

11:10 WIB | Tuesday, 01-March-2016 | Olahan Pasar, Non Komoditi | Penulis : Kontributor

Satu lagi usaha kuliner es krim kreatif. Es berbahan baku bubur terong ungu. Jika es krim berbahan baku susu sudah biasa. Tapi bagaimana jika dibuat dari bubur terong ungu? Unik, tapi tetap memiliki nilai gizi.

 

Rasa dan aroma pun tidak jauh berbeda dengan es krim konvensional. Dengan bahan baku sayuran ternyata bisa dibuat unik dan kreatif. Terong bisa juga diolah menjadi dessert yang menggugah selera seperti es krim.

 

Di tangan Medhi Ardi, terong diolah menjadi bubur dan menjadi bahan baku es krim. Medhi bercerita, awalnya dia mengolah lantaran tidak terlalu suka dengan terong ungu. “Saya berfikir bagaimana mengolah terong agar rasanya bisa dihilangkan dan saya bisa memakannya. Akhirnya dicoba-coba dibuat olahan, ternyata malah cocok dibuat menjadi es krim,” ungkapnya.

 

Kandungan gizi terong ungu di antaranya mengandung air, karbohidrat, protein, lemak, kalori, fosfor, serat kasar, kalsium, besi, karotin, vitamin (B1, B2, C), asam nikotinat, dan lain-lain. Terong juga dikenal sebagai pengendali tingkat kolesterol dalam tubuh. Kandungan zat antioksidannya berpotensi untuk melawan kanker, penuaan, peradangan dan penyakit neurologi.

 

Dilihat dari bisnis, es krim terong sangat menguntungkan karena bahan bakunya mudah dan murah diperoleh. Mehdi sendiri menjual satu cup es krim terong ungu ini dengan harga Rp 5 ribu. Omset per cup yang bisa diperoleh sekitar Rp 2 ribu. “Kalau musim hujan memang agak susah jualnya. Orang jarang ada yang mau minum dingin. Tapi lumayan masih bisa menutupi,” ungkap Medhi. Gsh

 

Menu dari Medhi

 

Mengolah terong menjadi es krim sebenarnya cukup mudah dan tidak memerlukan keahlian khusus. Caranya hampir sama dengan membuat es krim biasa. Bedanya cuma bahan bakunya. Untuk membuat satu wadah es krim besar, hanya perlu 10-15 buah terong ungu. Bahan lainnya susu cair setengah liter, kuning telur, white cream, gula pasir, dan vanilla. Bagaimana caranya?

 

  1. Terong diiris tipis-tipis dan direndam dalam larutan air kapur selama setengah jam. Perendaman dalam larutan air kapur untuk mempertahankan warna agar tidak hitam setelah dipotong. Selain itu menghilangkan rasa getir dan rasa gatal. Kapur untuk proses pengolahan terong, khususnya untuk perendaman biasanya berbentuk susu kapur yang merupakan cairan putih susu yang mengandung kapur mati.
  2. Sambil menunggu rendaman terong, buatlah larutan sirup gula dengan cara merebus gula pasir dicampur air dan vanila. Biarkan sirup tetap hangat dalam panci tertutup. Setelah jadi, tiriskan dahulu terong yang direndam kemudian masukkan ke dalam larutan gula sekitar 15 menit.
  3. Hasil rendaman terong dan gula kemudian diblender. Biarkan sedikit kasar agar tekstur terong masih terasa.
  4. Tahap selanjutnya, panaskan susu hingga mendidih, lalu angkat ke wadah lain dan tambahkan vanila cair secukupnya.
  5. Langkah selanjutnya, buat adonan dari kuning telur bersama gula. Kocok hingga halus. Pelan-pelan tuangkan adonan kuning telur ke dalam susu hangat. Panaskan kembali dengan api kecil. Aduk-aduk dengan perlahan.
  6. Setelah campuran adonan mulai mengental, tuangkan adonan terong. Aduk dengan pelan hingga semua bahan menyatu.
  7. Setelah tercampur rata dan mulai kental, angkat dan diamkan hingga dingin. Masukkan ke dalam lemari pendingin agar tekstur menjadi agak lembut-lembut keras. Selanjutnya siap dimasukkan ke dalam kemasan.
  8. Untuk mendapatkan rasa yang lebih enak, bisa tambahkan varian rasa atau bahan pelengkap lainnya, seperti kacang ijo, cincau, dan lainnya. Lakukan uji coba berulang-ulang untuk mendapatkan rasa yang paling mantap.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162