Loading...

Kontribusi Perkebunan Capai Rp 429 Triliun

12:06 WIB | Monday, 11-December-2017 | Komoditi, Kebun | Penulis : Indarto

Subsektor perkebunan memiliki andil besar dan berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran masyarakat Indonesia. Dalam kondisi belum dikelola optimal subsektor perkebunan saat ini masih mampu berkontribusi terhadap PDB nasional sebesar Rp 429 triliun.

 

Kontribusi subsektor perkebunan terhadap PDB nasional tersebut hanya berasal dari 15 komoditas yang semuanya belum dikelola dengan baik. "Kita punya 127 komoditas perkebunan yang masih butuh pengelolaan dengan baik. Karena itu, dalam kesempatan yang baik ini saya ingin sampaikan kepada semua pihak dan segenap stakeholder untuk mengelola perkebunan ke depan lebih baik lagi supaya kita bisa berdaya saing," kata Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), Bambang, pada acara puncak peringatan Hari Perkebunan ke-60," di kampus Instiper Yogyakarta, Sabtu (9/12).

 

Sumbangan terbesar, menurut Bambang, adalah dari komoditas kelapa sawit yakni sekitar Rp 260 triliun. "Dalam kondisi pengelolaan yang belum baik saja sudah mampu memberi andil besar terhadap ekonomi nasional. Apalagi kalau subsektor perkebunan ini dikelola dengan baik," papar Bambang.

 

Bambang mengatakan, banyak orang luar yang tak menghendaki sektor perkebunan khususnya sawit di tanah air berkembang dengan baik. Sebab, saat ini Indonesia menjadi negara penghasil pangan dan energi paling efisien, berupa energi baru dan terbarukan dari sawit.

 

"Ini artinya, perkebunan dalam bahaya. Banyak orang luar yang melakukan black campain. Karena itu, kita bersama sama harus melawan. Sebab, sawit yang kita kelola ramah lingkungan dan tak beresiko terhadap kerusakan lahan," tutur Bambang.

 

Ia juga menghimbau kepada semua stakeholder perkebunan dari pusat hingga daerah bersatu padu untuk meningkatkan produksi sektor perkebunan agar mampu berdaya saing. Seperti komoditas sawit, kakao, kopi, kelapa, dan komoditas perkebunan lainnya yang produksinya masih rendah bisa ditingkatkan dengan intensifikasi maupun ekstensifikasi.

 

Kementan melalui Ditjen Perkebunan pun siap memberi bantuan sejumlah bibit perkebunan ke petani. Bahkan, kebun-kebun sawit, kakao, dan karet milik petani yang sudah tua sedang dan akan terus diremajakan. Idt/Ira

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162