Loading...

Musrenbangtannas 2017: Infrastruktur, Prasarana dan Sarana Tetap Prioritas

09:32 WIB | Friday, 09-June-2017 | Sarana & Prasarana, Non Komoditi | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Tahun 2017 belum berakhir, tapi pemerintah sudah berancang-ancang mempersiapkan tahun depan. Pembangunan infrastruktur pertanian, prasarana dan sarana pertanian tetap menjadi prioritas perhatian pemerintah.

 

Salah satu sarana pertanian yang menjadi fokus perhatian pemerintah adalah benih. Bahkan tahun 2018, pemerintah menetapkan sebagai tahun perbenihan. Untuk kegiatan itu, anggaran Kementerian Pertanian sebesar Rp 2,1 triliun dialokasikan fokus untuk pengembangan perbenihan.

 

“Tahun 2018 tidak ada lagi pengadaan benih, tapi kita ubah menjadi produksi benih dan akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) Nasional 2017 di Jakarta, pekan lalu.

 

Amran mengatakan, produksi benih tersebut utamanya komoditas hortikultura yang meliputi bawang merah, bawang putih, cabai, jeruk, mangga, manggis dan pisang. Produksi benih perkebunan meliputi tebu, kopi, karet, kakao, kelapa, lada, pala dan cengkeh.

 

Sedangkan produksi bibit ternak meliputi sapi, kambing, domba, ayam dan itik. Untuk komoditas tanaman pangan akan fokus pada komoditas yang masih perlu ditingkatkan benihnya. Hasil produksi benih/bibit akan dibagikan kepada masyarakat petani secara gratis untuk pengembangan kawasan komoditas strategis.

 

“Untuk mendukung produksi benih dalam jumlah banyak tersebut, akan dibangun infrastruktur serta prasarana dan sarana perbenihan/perbibitan seperti nursery/kebun benih/bibit modern di lokasi-lokasi pengembangan kawasan sentra komoditas,” tutur Amran.

 

Kegiatan Strategis

 

Sementara itu Kepala Biro Perencanaan, Kasdi Subagyono mengatakan, program dan kegiatan pembangunan pertanian pada tahun anggaran 2018 difokuskan pada kegiatan-kegiatan strategis. Pertama, infrastruktur utamanya irigasi dan pengembangan sumber-sumber air pada 4 juta ha lahan sawah tadah hujan (rainfed). Kedua, prasarana dan sarana pertanian, utamanya alsintan.

 

Ketiga, pengembangan padi 1,75 juta ha, jagung 4 juta ha, kedelai 2 juta ha. Target produksi padi tahun 2018 sebesar 80,08 juta ton, jagung 23,48 juta ton, kedelai 2,34 juta ton, tebu 3,30 juta ton, daging sapi 0,69 juta ton, cabai 2,23 juta ton, dan bawang merah 1,37 juta ton.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Pimpinan Redaksi

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162