Loading...

Berat TBS Naik Berkat Phospat Alam

12:24 WIB | Thursday, 14-December-2017 | Kebun, Komoditi | Penulis : Clara Agustin

Pemberian phospat alam bisa meningkatkan profit margin dari usaha perkebunan kelapa sawit. Dari hasil kajian pemberian 3 kg phospat alam dapat menambah berat buah tandan segar (TBS).

 

“Kita sudah mengaplikasikan phospat alam sebanyak 3 kg per pohon dengan metode tabur. Itu ada peningkatan berat (Buah Tandan Segar/TBS),” kata Manger Unit Usaha PTPN VI Bunut, Zulkarnaen Harianzah saat Temu Lapang Petani di Dusun Bunut, Desa Markanding, Kecamatan Bahar Utara, Kab. Muara Jambi, Jambi, Rabu (13/12).

 

Di areal perkebunan milik PTPN VI yang letaknya di Jambi, tepatnya di Kabupaten Muara Jamb, Kecamatan Bahar Utara, Desa Markanding, Dusun Bunut, Balai Penelitian Tanah (Balit Tanah) bekerjasama dengan OCP. SA (holding pupuk phospat asal Maroko) melakukan percobaan pemberian phospat alam ke 10 ha lahan kelapa sawit.

 

Sebagai gambaran umum, Indonesia memiliki luasan lahan masam sekitar 104 juta ha atau 68% dari total luasan lahan pertanian (148 juta ha). Sekitar 47 juta ha dapat dimanfaatkan untuk pertanian dan perkebunan.

 

Perkebunan kelapa sawit umumnya ditanam di lahan masam, baik lahan kering masam, lahan gambut dan lahan lainnya yang memiliki tingkat kesuburan tanah yang rendah. Lahan masam ini banyak terdapat di Sumatera, Kalimantan dan Papua.

 

Selama ini petani/pekebun menggunakan Pupuk SP-36 untuk membantu kesuburan tanah. Namun harganya mahal dan mudah diserap tanah, sehingga tanaman malah hanya kebagian sedikit. Jik menggunakan phospat alam, tanah menyerapnya lambat, sehingga tanaman yang dapat menyerap sumber phospat tanpa berebut dengan tanah.

 

“Harganya pun murah, jadi lebih menekan biaya penggunaan pupuk,” kata Kepala Balai Penelitian Tanah, Husnain.

 

Husnain mengakui, selama ini pemupukan merupakan salah satu komponen biaya terbesar dalam usaha perkebunan. Apalagi di perkebunan kelapa sawit, mencapai 40-60% dari total biaya pemeliharaan. "Makanya efisiensi pupuk ini menjadi penting. Dengan menggunakan phospat alam, biaya pemupukan berkurang 10-15%. Apalagi bisa turun 20%, itu sangat bagus,” katanya.

 

Peneliti Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa, Wahida Anisa Yusuf mengatakan bahwa hasil penelitian periode 2013-2015 di perkebunan sawit PT. CPKA di Kalimantan Selatan dan lahan milik Wilmar menunjukan adanya peningkatan TBS hingga 15-20% dengan efisiensi pupuk mencapai 25% dengan menggunakan phospat alam asal Maroko. “Ini menunjukan profit margin perkebunan sawit milik kedua perusahaan tersebut mengalami peningkatan,” katanya. Cla

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162