Loading...

Tanjung Priok Terbuka untuk Bawang Putih Impor

15:55 WIB | Monday, 12-June-2017 | Karantina, Non Komoditi | Penulis : Julianto

Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta akhirnya terbuka sebagai pintu masuk impor bawang putih impor. Sebelumnya, pemerintah menutup pelabuhan tersebut dan hanya mengijinkan melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dan Pelabuhan Belawan, Medan.

 

Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini mengatakan, sejak pintu masuk impor bawang putih hanya melalui Tanjung Perak dan Belawan tahun 2012, pemerintah terus melakukan evaluasi. Dari kajian ilmiah ternyata bawang putih impor untuk konsumsi resikonya rendah. Berbeda dengan umbi bawang putih untuk bibit.

 

“Pembukaan Tanjung Priok sebagai tempat masuk bawang putih berdasarkan hasil analisa resiko. Jadi dasar kebijakannya adalah kajian ilmiah,” kata Banun, beberapa waktu lalu. Saat ini lanjut dia, Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) mengenai kebijakan tersebut tinggal menunggu tanda-tangan Menteri Pertanian.

 

Ada beberapa alasan dan kajian yang membuat pemerintah membuka Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pintu masuk bawang putih impor. Pertama, pertimbangan keamanan, baik dari sisi media pembawa penyakit yang resikonya rendah. Kedua, hasil evaluasi dari berbagai negara yang selama ini juga mengimpor bawang putih.

 

Ketiga, evaluasi tidak hanya kepada produk, tapi juga profil importirnya. Saat ini Indonesia telah memiliki Indonesia Single Risk Manajemen dalam mengontrol importir. “Jadi Karantina mengkaji itu, tidak berdiri sendiri. Kita juga intens diskusi dengan Ditjen Bea Cukai dan lembaga terkait lainnya,” katanya.

 

Banun menjelaskan, saat pemerintah memutuskan Pelabuhan Tanjung Priok tertutup untuk bawang putih impor, ternyata volume masuknya bawang putih melalui Pelabuhan Tanjung Perak sangat besar. Selama periode Januari-Juni 2017, impor bawang putih melalui Pelabuhan Tanjung Perak hampir 67% dari tahun 2016 sebanyak 321.968 ton.

 

Meski prasarana dan sarana untuk tindakan karantina sudah memadai, tapi besarnya volume impor bawang putih melalui Pelabuhan Tanjung Perak dikuatirkan akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. “Kapasitas Tanjung Perak juga terbatas. Kita kuatirkan kalau melebihi kapasitas bisa jebol,” ujarnya. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162